PEKANBARU - Anggota Banggar DPRD Pekanbaru, Rois SAg, berharap APBD-P 2026 yang telah diketuk palu sebesar Rp 3,2 Triliun seharusnya bisa dijalankan seiring tahapan pembahasan APBD-P 2026 telah dilalui, termasuk evaluasi oleh Gubernur Riau. Dengan selesainya tahapan tersebut, anggaran perubahan dinilai sudah semestinya bisa mulai dijalankan.
"Mestinya sudahlah ya, karena secara aturan tahapan-tahapan sudah dilalui. Terakhir kemarin, evaluasi Gubernur sudah turun. Jadi memang idealnya sudah bisa dijalankan," kata Rois, Selasa (3/11/2026)
Ia mengaku telah menerima informasi dari sejumlah perwakilan masyarakat terkait adanya kegiatan yang akan dikerjakan pada tahun ini. Rois memahami kegiatan tersebut merupakan bagian dari program yang telah dianggarkan melalui APBD-P 2026.
"Setahu saya sudah ada progres. Saya mendapat informasi dari beberapa perwakilan masyarakat, ada kegiatan-kegiatan yang mau dikerjakan di tahun 2026 ini. Artinya, saya memahami itu adalah kegiatan-kegiatan untuk tahun anggaran APBD Perubahan 2026," ujarnya.
Politisi PKS ini berharap dalam waktu dekat program-program Pemko Pekanbaru dapat segera direalisasikan. Terlebih, kegiatan yang telah direncanakan tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
"Kita lihat dalam waktu dekat. Mudah-mudahan apa yang menjadi program-program Pemerintah Kota bisa direalisasikan," harapnya.
Terkait prioritas pembangunan, Rois yang juga Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru itu menyebut pembenahan drainase dan penanganan banjir menjadi salah satu perhatian dalam APBD-P 2026.
Ia mengatakan upaya penanganan banjir telah dilakukan sejak APBD murni. Namun, melalui anggaran perubahan, langkah pembenahan tersebut diharapkan bisa semakin digencarkan.
"Prioritas tahun 2026 itu lebih banyak membenahi masalah drainase atau menangani masalah banjir. Ini sudah dilakukan sejak APBD murni, tetapi lebih gencar lagi manakala sudah dievaluasi gubernur," tutupnya.