www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Hampir 50 BUMD di Riau, Abdullah Soroti Kontribusi terhadap PAD dan Lapangan Kerja
Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:16:19 WIB
Anggota DPRD Riau, Abdullah.(foto: mcr)
Anggota DPRD Riau, Abdullah.(foto: mcr)

PEKANBARU - Anggota Komisi III DPRD Riau, Abdullah mengusulkan pembentukan holding Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengintegrasikan perusahaan milik Pemerintah Provinsi Riau dan 12 kabupaten/kota.

Skema ini dinilai dapat memperkuat pengelolaan bisnis daerah, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), serta memperluas lapangan kerja di tengah tekanan fiskal.

Gagasan tersebut disampaikan Abdullah, Kamis (29/10/2026). Ia menilai potensi hampir 50 BUMD di Riau belum sepenuhnya menghasilkan kontribusi ekonomi yang sebanding dengan jumlah perusahaan yang dimiliki pemerintah daerah.

Menurut dia, persoalan utama bukan sekadar banyaknya perusahaan, melainkan bagaimana aset, modal, dan peluang usaha dikelola secara profesional agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Salah satu potensi yang bisa kita gerakkan untuk membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus menghasilkan dividen bagi PAD adalah BUMD," ujar Abdullah.

Abdullah menilai, pengelolaan BUMD perlu beralih dari pola birokrasi menuju tata kelola korporasi yang berorientasi pada kinerja.

Pembentukan holding diharapkan dapat memperkuat pengawasan, menyatukan arah bisnis, dan memastikan setiap perusahaan memiliki target yang terukur.

Ia juga menyoroti pergantian pejabat pemerintahan yang berpotensi mengganggu kesinambungan evaluasi perusahaan.

Karena itu, pengawasan perlu melibatkan tenaga profesional dengan kompetensi manajemen dan bisnis.

"BUMD ini pelaku bisnis, sehingga penanganannya juga harus menggunakan pendekatan profesional," sebutnya.

"Kalau pejabat yang mengawasi terus berganti, tentu perlu waktu lagi untuk mempelajari persoalan dan kinerja masing-masing perusahaan," jelasnya.

Namun, pembentukan holding saja tidak cukup. Integrasi perusahaan daerah perlu disertai pembagian kewenangan yang jelas, pengawasan keuangan yang transparan, serta indikator kinerja yang dapat dievaluasi secara berkala.

Abdullah turut mendorong BUMD mengambil peran lebih besar dalam mengembangkan potensi sumber daya alam Riau, khususnya minyak dan gas bumi serta perkebunan kelapa sawit.

Menurut dia, perusahaan daerah perlu diarahkan untuk memasuki sektor industri hilir agar manfaat ekonomi tidak berhenti pada pengelolaan komoditas mentah.

Pengembangan usaha tersebut diharapkan membuka peluang kerja dan memperluas kegiatan industri di daerah.

"Riau memiliki potensi besar di sektor minyak dan perkebunan. Ini yang seharusnya ditangkap oleh BUMD, bagaimana potensi tersebut bisa dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Meski demikian, ekspansi bisnis harus didasarkan pada kajian kelayakan, kemampuan pendanaan, dan perhitungan risiko.

Tanpa perencanaan yang matang, pengembangan usaha justru berpotensi menambah beban keuangan perusahaan daerah.

Selain mendorong integrasi, Abdullah meminta pemerintah daerah mengevaluasi BUMD yang terus merugi atau belum menunjukkan perkembangan usaha yang memadai.

Menurut dia, penyertaan modal dari APBD harus disertai ukuran keberhasilan yang jelas.

Perusahaan daerah perlu membuktikan kontribusinya melalui dividen, penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan industri, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Harus jelas berapa banyak lapangan kerja yang dibuka dan berapa banyak industri yang tumbuh," tuturnya.

"Kalau sudah bertahun-tahun berjalan, tetapi perkembangannya masih lambat, tentu harus ada evaluasi," katanya.

Ia menegaskan, keberadaan BUMD semestinya tidak hanya dipertahankan karena status kepemilikan pemerintah.

Setiap perusahaan harus mampu menunjukkan relevansi bisnis dan manfaat publik yang terukur.

"Rakyat sekarang membutuhkan solusi yang nyata. Bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan, dan memperoleh pelayanan serta infrastruktur yang lebih baik. Karena itu, BUMD harus diberi perhatian serius," tukasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Libatkan 12 perusahaan, penataan kabel fiber optik di Pekanbaru dimulai dari Jalan Paus (foto/ist)Kabel Semrawut Mulai Ditertibkan, Pemko Pekanbaru Targetkan Penataan Hingga Akhir 2026
Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Bangkinang bakal dinamai Sultan Muhammad Ali (foto/int)Disetujui Kementerian PU, Gerbang Tol di Pekanbaru Bakal Gunakan Nama Sultan Muhammad Ali
Bandara SSK II Pekanbaru menjadi pintu masuk favorit Wisman untuk berkunjung ke Riau (foto/int)Malaysia Masih Jadi Penyumbang Wisman Terbesar ke Riau
  Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
Pemkab Kuansing siapkan digitalisasi aset daerah, 47 sertifikat tanah diserahkan BPN (foto/ultra)Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
Erfan Effendi, pengurus KTNA Nasional dan Wakil Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Riau (foto/ist)Erfan Effendi: MBG dan Strategi Dua Tangan Pemerintah RI
Ilustrasi harga emas Antam hari ini meroket (foto/int)Harga Emas Antam di Pekanbaru Naik Lagi, 1 Gram Kini Tembus Rp2,54 Juta
Ilustrasi hujan berpotensi meluas di Riau (foto/int)BMKG Prediksi Hujan Guyur Hampir Seluruh Riau Hari Ini, Waspada Angin Kencang
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved