www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026, Harga Emas dan Pangan Jadi Pemicu Utama
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kementerian PU Bangun Bendungan di Buru Maluku Perlancar Pangan
Rabu, 15 Juli 2026 - 07:00:00 WIB
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw tinjau pembangunan Bendungan di Buru, Maluku. ANTARA/HO-Kementerian PU
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw tinjau pembangunan Bendungan di Buru, Maluku. ANTARA/HO-Kementerian PU

AMBON - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru, Maluku, dan menargetkan rampung pada 2027 guna meningkatkan produksi pangan melalui penyediaan irigasi bagi lahan pertanian seluas 10.000 hektare.

“Bendungan ini dibangun dengan kapasitas tampung sekitar 50 juta meter kubik air untuk mendukung irigasi sawah dalam rangka memperkuat ketahanan pangan,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Selasa.

Ia mengatakan, bendungan tersebut diharapkan menjadikan Kabupaten Buru sebagai salah satu sentra produksi beras yang mampu mendukung kebutuhan pangan, termasuk untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.

Dalam kunjungan kerja ke Maluku, Arnold didampingi Pelaksana Tugas Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Ruslan Malik beserta jajaran. Rombongan bertolak dari Ambon menuju Kabupaten Buru untuk meninjau langsung progres pembangunan bendungan yang saat ini telah mencapai 87 persen.

Menurut Arnold, keberadaan Bendungan Way Apu akan meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Buru. Jika sebelumnya petani hanya dapat memanen padi satu hingga dua kali dalam setahun, dengan tersedianya irigasi mereka diharapkan mampu melakukan panen hingga tiga kali setahun.

Selain mendukung sektor pertanian, bendungan tersebut akan menyediakan air baku sebesar 550 liter per detik, mengurangi risiko banjir hingga 60 persen, serta menghasilkan listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 8 megawatt (MW).

Ia menambahkan kawasan bendungan juga memiliki potensi dikembangkan sebagai lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas sekitar 41 MW.

“Jadi banyak sekali manfaat bendungan ini, bukan hanya untuk pertanian, tetapi juga mendukung penyediaan energi,” ujarnya.

Arnold mengakui penyelesaian proyek sempat mengalami keterlambatan akibat kendala teknis pada pekerjaan inti bendungan. Material tanah yang digunakan sebagai inti bendungan memerlukan metode khusus dalam proses pengeringan dan pemadatan sehingga membutuhkan waktu pengerjaan lebih lama.

“Tanah untuk inti bendungan harus melalui proses pengeringan dan pemadatan dengan teknik tertentu. Itu yang membuat penyelesaian pekerjaan sedikit terlambat,” katanya.

Selain faktor teknis, keterbatasan anggaran juga mempengaruhi progres pembangunan. Meski demikian, pemerintah tetap menargetkan Bendungan Way Apu selesai pada 2027.

Menurut Arnold, setelah bendungan beroperasi, Kabupaten Buru bersama Pulau Seram diharapkan menjadi sentra produksi pangan yang mampu memasok beras dan komoditas pertanian lainnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Maluku maupun kawasan industri PSN Blok Masela.

“Harapan Bapak Presiden, Bapak Menteri, dan saya selaku Dirjen juga demikian. Nanti Buru dan Seram bisa menjadi pemasok beras sehingga kita tidak perlu lagi mendatangkan beras dari daerah lain,” ucapnya.

Ia optimistis sistem irigasi yang memadai akan meningkatkan produksi beras, sayur-mayur, dan komoditas pertanian lainnya sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Maluku.

Sumber: Antaranews


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026.(ilustrasi/int)Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026, Harga Emas dan Pangan Jadi Pemicu Utama
RDP ganti rugi sawit plasma dengan PHR di DPRD Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Heboh Lahan Plasma Rohil: Petani Ngaku Tak Pernah Beri Kuasa, Dana Ganti Rugi Dipertanyakan
Bupati Pelalawan, Zukri.(foto: andi/halloriau.com)ASN Pelalawan Salat Zuhur dan Ashar Berjemaah, Bupati Zukri: Tanggungjawab Saya Ajak Beribadah
DPRD Rohil minta aparat tindak tegas illegal fishing di perairan Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Nelayan Luar Diduga Curi Ikan di Rohil, DPRD Minta Aparat Tindak Tegas Illegal Fishing
Jajaran manajemen XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.(foto: istimewa)Persaingan 5G Makin Panas, XL Borong Empat Penghargaan Ookla H1 2026
  Pemprov Riau berkunjung ke kediaman mantan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.(foto: mcr)Jelang HUT ke-69 Riau, Pemprov Rangkul Para Mantan Gubernur, Penguatan UMKM Jadi Perhatian
Kadinsos Kota Pekanbaru, Junaedy.(foto: mimi/halloriau.com)Ini Penyebab Banyak Warga Miskin di Pekanbaru Mendadak jadi "Orang Kaya"
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho melantik Zulhelmi Arifin sebagai Sekdako Pekanbaru.(foto: pgi)Zulhelmi Arifin Jadi Sekdako Pekanbaru, DPRD Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Diperkuat
Wujud nyata komitmen sosial, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai santuni anak yatim Ring 1 (foto/ist)Wujud Nyata Komitmen Sosial, PPN Kilang Dumai Santuni Anak Yatim
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)35 Hotspot Terdeteksi di Riau Sore ini, Pelalawan dan Inhu Paling Menyala
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved