www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


APHI Soroti Risiko Pembakaran Lahan, Dorong Pengawasan dan Alternatif Tanpa Bakar
Senin, 28 September 2026 - 08:30:00 WIB
Ketua Umum APHI Soewarso.
Ketua Umum APHI Soewarso.

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi aturan yang masih memberikan ruang bagi pembakaran lahan hingga dua hektare.

APHI menilai ketentuan tersebut perlu dikaji kembali karena batas luasan lahan yang diperbolehkan dibakar tidak serta-merta menjamin api tetap terkendali. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Umum APHI Soewarso mengatakan api yang digunakan untuk membuka satu bidang lahan berpotensi menyebar ke kawasan di sekitarnya, termasuk hutan, permukiman, maupun areal usaha.

"Kami mendukung ketegasan Presiden Prabowo untuk mengoreksi regulasi yang masih membuka celah pembakaran lahan. Api tidak mengenal batas kepemilikan maupun batas administrasi," kata Soewarso dalam keterangannya di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 26 September.

Merespons Arahan Presiden

Pernyataan APHI tersebut disampaikan setelah Presiden Prabowo membahas penanganan karhutla bersama akademisi dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 September.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyoroti ketentuan yang masih memberikan ruang untuk pembakaran lahan hingga dua hektare.

Menurut Soewarso, aturan tersebut perlu dievaluasi karena luas lahan yang dibakar tidak dapat dijadikan jaminan bahwa api tidak akan merembet ke wilayah lain.

Ia menilai pembenahan regulasi juga perlu dibarengi dengan pengawasan dan penegakan hukum. Di sisi lain, masyarakat yang masih bergantung pada kegiatan pertanian perlu mendapatkan alternatif pembukaan lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.

Pencegahan Dimulai Sebelum Api Menyala

APHI berpandangan bahwa upaya mencegah karhutla tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi.

"Pencegahan harus dimulai sebelum api dinyalakan. Yang perlu diperkuat bukan hanya kesiapan pemadaman, tetapi juga tata kelola lahan, tata kelola air, dan pendampingan masyarakat agar pembakaran tidak terus menjadi pilihan dalam membuka lahan," ujarnya.

Menurut APHI, pencegahan dan penanganan karhutla merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Perusahaan kehutanan juga memiliki kewajiban dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di wilayah operasionalnya.

Selain itu, Soewarso meminta kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah diselaraskan melalui mekanisme yang berlaku.

Menurutnya, keselarasan kebijakan diperlukan agar masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha memiliki kepastian dalam menjalankan ketentuan pembukaan dan pengelolaan lahan.

APHI berharap evaluasi terhadap aturan pembakaran lahan nantinya tidak hanya berfokus pada pembatasan, tetapi juga disertai dukungan bagi masyarakat untuk beralih ke metode pembukaan lahan tanpa bakar.

Sumber: Voi


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)DPRD Pekanbaru Minta Anggaran Jalan dan Drainase 2027 Naik Dua Kali Lipat
Pemko Pekanbaru perketat pengawasan takaran BBM di SPBU (foto/ist)Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Periksa Mesin Pompa BBM, Ini Hasilnya
Libatkan 12 perusahaan, penataan kabel fiber optik di Pekanbaru dimulai dari Jalan Paus (foto/ist)Kabel Semrawut Mulai Ditertibkan, Pemko Pekanbaru Targetkan Penataan Hingga Akhir 2026
Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Bangkinang bakal dinamai Sultan Muhammad Ali (foto/int)Disetujui Kementerian PU, Gerbang Tol di Pekanbaru Bakal Gunakan Nama Sultan Muhammad Ali
Bandara SSK II Pekanbaru menjadi pintu masuk favorit Wisman untuk berkunjung ke Riau (foto/int)Malaysia Masih Jadi Penyumbang Wisman Terbesar ke Riau
  Ilustrasi  harga sawit Riau periode 4–10 November 2026 turun (foto/int)Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp10,36 per Kg, CPO Jadi Pemicu
Pemkab Kuansing siapkan digitalisasi aset daerah, 47 sertifikat tanah diserahkan BPN (foto/ultra)Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
Erfan Effendi, pengurus KTNA Nasional dan Wakil Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Riau (foto/ist)Erfan Effendi: MBG dan Strategi Dua Tangan Pemerintah RI
Ilustrasi harga emas Antam hari ini meroket (foto/int)Harga Emas Antam di Pekanbaru Naik Lagi, 1 Gram Kini Tembus Rp2,54 Juta
Ilustrasi hujan berpotensi meluas di Riau (foto/int)BMKG Prediksi Hujan Guyur Hampir Seluruh Riau Hari Ini, Waspada Angin Kencang
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved