www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


IDMC 2026: AMSI Ajak Media Bertransformasi di Era AI dan Konten Kreator
Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:43:28 WIB
Ketua Umum AMSI Pusat, Wahyu Dhyatmika dalam IDMC 2026 digelar di Surabaya, Jawa Timur (foto/budi)
Ketua Umum AMSI Pusat, Wahyu Dhyatmika dalam IDMC 2026 digelar di Surabaya, Jawa Timur (foto/budi)

SURABAYA – Industri media digital menghadapi tantangan besar di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), perubahan pola konsumsi berita, serta pergeseran distribusi informasi ke media sosial dan platform digital. Kondisi ini menuntut perusahaan pers untuk bertransformasi agar tetap relevan dan dipercaya masyarakat.

Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Ballroom Shangri-La Surabaya, Jawa Timur, Rabu hingga Kamis (28–29/10/2026).

Mengusung tema “Media Reborn: Reinventing News Media in the Era of AI & Content Creator”, konferensi ini mempertemukan pelaku industri media, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas masa depan media digital di Indonesia.

Ketua Umum AMSI Pusat, Wahyu Dhyatmika, mengatakan industri media saat ini menghadapi tekanan serius, baik dari sisi bisnis, distribusi konten, maupun kepercayaan publik.

“Kita harus mengakui kenyataan industri media tidak baik-baik saja. Model bisnis yang menjadi tumpuan tidak hanya bermasalah, tetapi juga berubah bentuk. Kita berusaha membangun kembali ekosistem yang baru,” ujarnya dalam sambutannya.

Menurut Wahyu, tekanan tersebut juga dirasakan media lokal. Sejumlah perusahaan media menghadapi kesulitan mempertahankan operasional, termasuk akibat kontrak kerja sama yang tidak diperpanjang dan penurunan trafik pembaca.

Ia menilai perubahan pola distribusi informasi menjadi salah satu persoalan mendasar yang harus dihadapi industri pers. Media tidak lagi sepenuhnya mengendalikan jalur distribusi berita karena audiens semakin banyak mengakses informasi melalui media sosial dan platform video.

Wahyu menyebutkan, berdasarkan survei yang dirujuknya, sebanyak 54 persen audiens mencari berita melalui media sosial. Pada saat yang sama, konten kreator semakin menjadi pilihan masyarakat untuk memperoleh informasi.

“Distribusi harus diakui tidak lagi milik kita. Medsos dan platform video, pertama kalinya survei menunjukkan media massa bukan lagi menjadi pilihan utama audiens, mereka memilih mendapatkan berita di medsos. Bahkan konten kreator berita menjadi favorit orang untuk menemukan berita,” katanya.

Selain media sosial, perubahan teknologi mesin pencari juga menjadi tantangan tersendiri. Jika sebelumnya mesin pencari mengarahkan pengguna ke berbagai tautan berita, kini teknologi berbasis AI semakin mampu menyajikan jawaban langsung kepada pengguna.

Perubahan tersebut berpotensi mengurangi kunjungan audiens ke situs berita, sekaligus memengaruhi model bisnis media yang selama ini mengandalkan trafik sebagai salah satu sumber pendapatan.

Di sisi lain, kepercayaan publik terhadap berita juga menjadi perhatian. Wahyu menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap hoaks yang berjalan beriringan dengan tantangan mempertahankan kepercayaan terhadap media.

Ia menilai transformasi industri pers tidak cukup dilakukan melalui pembaruan teknologi atau perubahan strategi pemasaran. Media juga perlu mengevaluasi kembali cara memproduksi, mendistribusikan, dan membiayai jurnalisme.

“Cara membuat, distribusi, dan membiayai jurnalisme harus diubah. Kita harus berani melepas bagian jurnalisme yang tidak lagi relevan,” tegasnya.

Wahyu menambahkan, perkembangan AI membuat kecepatan dan volume produksi konten tidak lagi menjadi keunggulan utama jurnalisme. Dalam situasi tersebut, media harus memperkuat perannya dalam memeriksa fakta, menguji kebenaran, dan menyajikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Zaman AI, volume dan kecepatan bukan lagi menjadi keunggulan jurnalisme. Jurnalisme bekerja menguji kebenaran,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar perusahaan pers tidak memandang konten kreator sebagai musuh. Menurutnya, perubahan perilaku audiens justru perlu dipahami sebagai peluang untuk membangun pendekatan baru dalam menjangkau masyarakat.

Konten kreator memiliki kedekatan personal dengan pengikutnya. Karena itu, media perlu mengembangkan cara penyajian informasi yang lebih relevan dengan kebutuhan audiens tanpa meninggalkan standar dan disiplin jurnalistik.

Media, lanjutnya, harus mampu menemukan pembeda di tengah persaingan konten yang semakin ketat. Keunggulan pers tidak semata-mata terletak pada kecepatan menyampaikan informasi, tetapi juga pada kemampuan menjaga kepercayaan publik.

Media perlu kembali menemukan relevansinya di tengah masyarakat, terutama ketika informasi dapat diproduksi dan disebarkan oleh siapa saja melalui berbagai platform digital. IDMC 2026 turut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan nasional dan daerah. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya hadir dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid diwakili Direktur Ekosistem Media, Farida Dewi Maharani. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin. Perwakilan Dewan Pers, Dahlan Dahi, juga hadir dalam konferensi tersebut.

Kegiatan ini diikuti sekitar 400 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemilik usaha, akademisi, agensi, praktisi hubungan masyarakat, dinas komunikasi dan informatika kabupaten/kota, hingga perusahaan media massa.

Keterlibatan berbagai sektor tersebut diharapkan membuka ruang dialog dan kolaborasi untuk memperkuat ekosistem media digital yang berkelanjutan.

IDMC-2026-Pemprov-Jatim-halloriau.jpeg
(Kadiskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin dalam IDMC 2026 digelar di Surabaya/foto-budi)

Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengapresiasi penyelenggaraan konferensi tersebut. Ia berharap pembahasan dalam forum tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan langkah konkret bagi pengembangan industri media.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya tidak berhenti di diskusi, kami berharap acara ini bisa merumuskan hal yang konkret. Kalau butuh tempat diuji, kami siap menjadi ruang uji untuk kolaborasi,” ujar Sherlita.

Ia juga menekankan pentingnya peran pers dalam mendokumentasikan perjalanan bangsa. Menurutnya, di tengah perubahan teknologi dan lanskap media, jurnalisme tetap memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang jernih dan bermartabat.

“Hampir seabad pers pencatat sejarah. Kita pastikan sejarah Indonesia ditulis dengan jernih dan bermartabat,” katanya.

Melalui IDMC 2026, AMSI mendorong industri media untuk tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga membangun model bisnis, strategi distribusi, dan pendekatan jurnalistik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Transformasi tersebut menjadi penting agar media tetap mampu menjalankan fungsi utamanya sebagai penyedia informasi yang akurat, menjaga kepercayaan publik, serta berperan dalam kehidupan demokrasi di tengah derasnya arus informasi digital.

Editor: Budi


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Pemkab Kuansing siapkan digitalisasi aset daerah, 47 sertifikat tanah diserahkan BPN (foto/ultra)Amankan Aset Daerah, BPN Serahkan 47 Sertifikat Tanah ke Pemkab Kuansing
Erfan Effendi, pengurus KTNA Nasional dan Wakil Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Riau (foto/ist)Erfan Effendi: MBG dan Strategi Dua Tangan Pemerintah RI
Ilustrasi harga emas Antam hari ini meroket (foto/int)Harga Emas Antam di Pekanbaru Naik Lagi, 1 Gram Kini Tembus Rp2,54 Juta
Ilustrasi hujan berpotensi meluas di Riau (foto/int)BMKG Prediksi Hujan Guyur Hampir Seluruh Riau Hari Ini, Waspada Angin Kencang
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho.Agung Nugroho Siapkan Wajah Baru Bundaran Depan MP, Adopsi Konsep Shibuya
  Libatkan 12 perusahaan, penataan kabel fiber optik di Pekanbaru dimulai dari Jalan Paus (foto/ist)Kabel Semrawut Mulai Ditertibkan, Pemko Pekanbaru Targetkan Penataan Hingga Akhir 2026
Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Bangkinang bakal dinamai Sultan Muhammad Ali (foto/int)Disetujui Kementerian PU, Gerbang Tol di Pekanbaru Bakal Gunakan Nama Sultan Muhammad Ali
Bandara SSK II Pekanbaru menjadi pintu masuk favorit Wisman untuk berkunjung ke Riau (foto/int)Malaysia Masih Jadi Penyumbang Wisman Terbesar ke Riau
PSPS Pekanbaru.PSPS Pekanbaru Masih di Puncak, Tapi Ancaman PSMS Medan Semakin Nyata
ist.KPK Usut Dugaan Korupsi Cukai Rokok PT Djarum, Praktik Diduga Berlangsung Sejak 2010 dan Rugikan Negara Triliunan Rupiah
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved