www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026, Harga Emas dan Pangan Jadi Pemicu Utama
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Warga Resah, Jalan Alternatif Pekanbaru Gelap dan Rentan Kejahatan Malam
Minggu, 04 Januari 2026 - 20:52:10 WIB
Jalan Parit Indah Pekanbaru gelap gulita saat malam hari karena minim PJU.(foto: tribunpekanbaru.com)
Jalan Parit Indah Pekanbaru gelap gulita saat malam hari karena minim PJU.(foto: tribunpekanbaru.com)

PEKANBARU - Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas strategis Kota Pekanbaru kian memicu kekhawatiran warga.

Kondisi jalan yang gelap, ditambah cahaya lampu tertutup rimbunnya pepohonan, dinilai meningkatkan risiko kriminalitas dan mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Sejumlah ruas yang menjadi akses penghubung antarwilayah dan jalur alternatif menuju jalan nasional masih ditemukan dalam kondisi minim penerangan.

Di antaranya Jalan Parit Indah, Harapan Raya Ujung, Jalan Pesantren hingga ruas Jalan Lintas Timur.

Padahal, jalur-jalur tersebut merupakan lintasan utama kendaraan roda dua dan roda empat untuk menunjang mobilitas harian masyarakat Pekanbaru, termasuk sebagai akses pemendek jarak menuju kawasan lain di Riau.

Salah satu lokasi yang disorot warga adalah Jalan Pesantren yang tembus ke Jalan Parit Indah.

Pada satu bentangan sepanjang kurang lebih satu kilometer, penerangan jalan nyaris tidak tersedia.

Kondisi diperparah dengan vegetasi liar yang menutup pandangan dan belokan tajam tanpa lampu, khususnya di arah menuju SPBU setempat.

“Kalau malam hari memang harus ekstra waspada. Jalannya sepi dan gelap,” ujar Andi, warga yang rutin melintasi jalur tersebut untuk menuju Jalan Sudirman.

Andi mengungkapkan, kawasan itu pernah menjadi lokasi aksi kejahatan dengan modus membahayakan pengendara.

“Modusnya lempar telur ke kaca helm. Pelaku membuntuti korban, lalu saat kondisi sepi telur dilempar supaya korban berhenti karena pandangan terganggu,” katanya.

Menurut Andi, aksi tersebut dimaksudkan agar pelaku memiliki kesempatan melancarkan kejahatan.

“Dari cerita yang saya dengar, korbannya berhasil menyelamatkan diri dengan lari ke tempat ramai,” tambahnya.

Kondisi serupa juga terlihat di Jalan Harapan Raya Ujung. Di ruas ini, pengendara hanya mengandalkan lampu dari rumah warga yang berada di tepi jalan.

Jika tidak ada rumah dengan lampu terpasang, jalan dipastikan gelap dan minim jarak pandang.

Sementara di Jalan Lintas Timur, tepatnya arah menuju kawasan pertokoan dan Pasar Tangor, sejumlah titik masih gelap akibat ketiadaan PJU.

Padahal ruas ini kerap digunakan sebagai jalur lintas alternatif untuk memperpendek jarak perjalanan menuju Kerinci.

Pada malam hari, suasana mencekam kerap dirasakan pengendara sepeda motor. Pepohonan tinggi di sisi jalan membuat kawasan semakin sepi dan rawan.

Di Jalan Parit Indah, minimnya penerangan juga menyisakan trauma tersendiri bagi warga.

Rizal, salah seorang warga setempat, menyebut wilayah itu pernah menjadi lokasi aksi kekerasan oleh kelompok geng motor.

“Kalau tidak salah kejadiannya tahun 2023. Mereka bergerombol pakai sepeda motor, menghentikan pengendara lalu melakukan penganiayaan,” ungkap Rizal.

Ia mengaku kini lebih berhati-hati dalam memilih waktu melintas di kawasan tersebut.

“Kalau terlalu malam memang riskan. Setelah melewati kantor DLHK ke arah atas, penerangannya masih minim,” ujarnya.

Kondisi ini mendorong warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah kota, khususnya dalam evaluasi dan penataan PJU di jalur-jalur vital.

Selain pemasangan lampu baru, pemangkasan pepohonan yang menutup cahaya juga dinilai mendesak demi menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Minimnya penerangan bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga berkaitan langsung dengan upaya pencegahan tindak kriminal dan keselamatan berlalu lintas di Kota Pekanbaru.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026.(ilustrasi/int)Inflasi Riau 3,82 Persen pada Juli 2026, Harga Emas dan Pangan Jadi Pemicu Utama
RDP ganti rugi sawit plasma dengan PHR di DPRD Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Heboh Lahan Plasma Rohil: Petani Ngaku Tak Pernah Beri Kuasa, Dana Ganti Rugi Dipertanyakan
Bupati Pelalawan, Zukri.(foto: andi/halloriau.com)ASN Pelalawan Salat Zuhur dan Ashar Berjemaah, Bupati Zukri: Tanggungjawab Saya Ajak Beribadah
DPRD Rohil minta aparat tindak tegas illegal fishing di perairan Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Nelayan Luar Diduga Curi Ikan di Rohil, DPRD Minta Aparat Tindak Tegas Illegal Fishing
Jajaran manajemen XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.(foto: istimewa)Persaingan 5G Makin Panas, XL Borong Empat Penghargaan Ookla H1 2026
  Pemprov Riau berkunjung ke kediaman mantan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.(foto: mcr)Jelang HUT ke-69 Riau, Pemprov Rangkul Para Mantan Gubernur, Penguatan UMKM Jadi Perhatian
Kadinsos Kota Pekanbaru, Junaedy.(foto: mimi/halloriau.com)Ini Penyebab Banyak Warga Miskin di Pekanbaru Mendadak jadi "Orang Kaya"
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho melantik Zulhelmi Arifin sebagai Sekdako Pekanbaru.(foto: pgi)Zulhelmi Arifin Jadi Sekdako Pekanbaru, DPRD Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Diperkuat
Wujud nyata komitmen sosial, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai santuni anak yatim Ring 1 (foto/ist)Wujud Nyata Komitmen Sosial, PPN Kilang Dumai Santuni Anak Yatim
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)35 Hotspot Terdeteksi di Riau Sore ini, Pelalawan dan Inhu Paling Menyala
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved